jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Momen libur akhir tahun membawa dampak signifikan terhadap volume sampah di Kota Yogyakarta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat adanya lonjakan timbulan sampah yang mencapai 400 ton per hari sejak 22 Desember, meningkat drastis dibandingkan hari biasa yang rata-rata sebanyak 260 ton per hari.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan langkah cepat dengan menyiagakan ratusan petugas kebersihan guna memastikan wilayah kota tetap asri, terutama pascaperayaan malam pergantian tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk mengantisipasi "hujan sampah" di titik-titik keramaian.
Total ada 175 petugas kebersihan dengan armada 20 unit truk sampah dan 40 kendaraan roda tiga dikerahkan untuk mengatasai tumpukan sampah setelah malam pergantian tahun.
Petugas dan armada disiagakan di delapan titik strategis, termasuk kawasan utama Malioboro.
"Pada dini hari, petugas langsung bergerak membersihkan sampah di seluruh Kota Yogyakarta. Target kami, sebelum pagi hari, kota sudah bersih kembali," ujar Rajwan pada Rabu (31/12).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan perhatian serius terhadap penanganan sampah pascamalam tahun baru. Kawasan Malioboro menjadi prioritas utama karena diprediksi menjadi pusat konsentrasi massa.
"Biasanya kalau malam tanggal satu itu mesti hujan sampah. Makanya kami minta untuk antisipasi dan teman-teman dari tim Malioboro juga sudah siap," tegas Hasto.









.jpeg)































