jpnn.com, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi memulai program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Kota Palembang pada Rabu (18/2).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan mencapai target nasional "Nol Kematian Akibat Dengue" pada 2030.
Program ini merupakan kolaborasi besar antara Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dinkes Kota Palembang, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), serta didukung oleh PT Takeda Innovative Medicines.
Pemilihan Palembang sebagai lokasi pemantauan bukan tanpa alasan. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat ada 4.437 kasus dengue di Sumatera Selatan dengan 22 kematian.
Dari jumlah tersebut, Palembang menyumbang angka tertinggi sebanyak 968 kasus dan 3 kematian.
"Dengue bukan sekadar isu musiman. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kita untuk melindungi generasi muda dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui inovasi yang didukung bukti ilmiah," ujar Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru dalam keterangannya, Rabu (18/2).
Dia menegaskan bahwa dengue adalah tantangan kesehatan yang harus dihadapi secara berkelanjutan.
Herman Deru pun menyambut baik inisiatif vaksinasi dan pemantauan aktif sebagai bagian dari upaya pengendalian dengue di Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan kesehatan di daerah











































