jpnn.com, MATARAM - Sejarah kelam kolonialisme di Lombok dinilai bukan sekadar catatan pahit, tetapi juga peluang emas di sektor pariwisata. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, Bonnie Triyana, menyebut potensi wisata sejarah Perang Lombok bisa menyaingi bahkan melampaui magnet situs Waterloo Battlefield di Belgia.
Hal itu disampaikan Bonnie saat melakukan kunjungan di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (11/2). Menurutnya, narasi yang dibangun bukan untuk mengagung-agungkan kekalahan atau membuka luka lama, melainkan sebagai ruang edukasi tentang kekejaman kolonialisme.
"Di Belgia ada Lapangan Waterloo, tempat Napoleon kalah. Itu hanya lapangan dengan plang kecil, tapi pengunjungnya mencapai 300 ribu orang per tahun. Bayangkan Perang Lombok atau Lombok Oorlog yang sangat terkenal di Belanda, potensinya jauh lebih besar," ungkap Bonnie.
Sejarawan itu bahkan memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan jika potensi tersebut dikelola dengan serius. Dia merujuk pada data sekitar 2,6 juta wisatawan Belanda yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun.
"Jika 500 ribu saja dari mereka datang ke Lombok untuk wisata sejarah, dan satu orang menghabiskan Rp 20 juta, bayangkan perputaran ekonominya. Mari kita manfaatkan nilai sejarah itu," ajaknya.
Bonnie menambahkan, sejarah Perang Lombok harus dihadirkan agar generasi penerus memahami jati diri bangsanya. Komisi X DPR RI pun menyatakan dukungan terhadap aspirasi tokoh masyarakat dan pegiat budaya di Mataram untuk merealisasikan gagasan tersebut.
Harapannya, sejarah Lombok tidak lagi sekadar cerita masa lalu, melainkan mesin penggerak ekonomi lokal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (tan/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:











































