jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyoroti tiga isu yang perlu dilakukan Indonesia ketika Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace pada 19 Februari 2026.
Pertama, kata dia, Indonesia bisa mendorong penghentian segera seluruh bentuk kekerasan dan memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil Palestina.
"Stabilitas dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi proses perdamaian yang berkelanjutan," kata Sukamta melalui layanan pesan, Senin (16/2).
Kedua, lanjut legislator fraksi PKS itu, Indonesia bisa menegaskan kembali dukungan Jakarta terhadap kemerdekaan penuh Palestina melalui solusi dua negara yang adil, bermartabat, dan sesuai hukum internasional.
"Forum ini harus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen tersebut," ujar Sukamta.
Alumnus University of Salford, Inggris Raya itu mengatakan Indonesia juga perlu memastikan setiap agenda rekonstruksi dan pemulihan pascakonflik di Gaza berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan prinsip kedaulatan.
"Perdamaian yang kokoh harus dibangun di atas keadilan, bukan sekadar penghentian konflik sementara," kaga Sukamta.
Dia menuturkan partisipasi Indonesia dalam KTT BoP menjadi bagian dari diplomasi aktif, yakni berkontribusi nyata menciptakan tatanan dunia yang lebih stabil dan berkeadilan.









































