jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan pada triwulan I 2026 tetap dalam kondisi terjaga.
Purbaya menyatakan capaian ini berhasil dipertahankan meskipun pasar keuangan global tengah mengalami peningkatan volatilitas yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Memasuki April 2026, dinamika penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah tersebut masih menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas pasar keuangan dunia.
Situasi geopolitik ini disebut memberikan tekanan signifikan terhadap berbagai instrumen keuangan global dan menjadi perhatian serius otoritas dalam negeri.
Perkembangan konflik tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap sektor komoditas, terutama terkait potensi lonjakan harga energi.
Menyusul kondisi ini, Purbaya menyebut Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), akan terus mencermati dinamika ini.
"(KSSK) akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward-looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat, sekaligus melakukan upaya mitigasi terkoordinasi, baik secara lembaga KSSK maupun lembaga lainnya," kata Purbaya pada Kamis (7/5).
Kendati kondisi global menekan Tanah Air, Menkeu menjelaskan kinerja ekonomi domestik pada awal tahun menunjukkan hasil yang positif.











































