jpnn.com, BANJARMASIN - Sekretariat Jenderal MPR dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan penandatanagan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026–2031.
Nota Kesepahaman ini ditandatangani Plt. Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah dan Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bachri dalam acara yang berlangsung di Ruang Rapat Wasaka 3 Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (7/5).
Siti Fauziah menyampaikan apresiasi atas kontribusi ULM dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa, termasuk melalui program bantuan biaya pendidikan dan pendekatan 'jemput bola' kepada mahasiswa.
“Saya sangat bersyukur, Alhamdulillah kita bisa kembali lagi ke sini. MPR sudah sering bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat melalui FGD, FKP, dan berbagai kegiatan lainnya,” kata Siti Fauziah.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekjen MPR ini juga menyoroti komitmen ULM dalam membantu mahasiswa yang kurang mampu, serta inovasi kampus dalam memastikan keberlanjutan pendidikan.
“Saya sangat salut, universitas ini bisa membiayai mahasiswa yang kurang mampu, bahkan menerapkan metode jemput bola, dimana kampus yang mendatangi mahasiswanya. Itu sangat bagus dan bisa dicontoh kampus lain,” tambahnya.
Ibu Titi yang akrab disapa juga mengapresiasi besarnya skala kampus ULM yang memiliki dua lokasi utama di Banjarmasin dan Banjarbaru, serta jumlah mahasiswa yang mencapai puluhan ribu.
Kerja sama MPR dengan ULM akan terus diperkuat melalui berbagai program, seperti Focus Group Discussion (FGD), Forum Kajian Permusyawaratan (FKP), hingga program magang dan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa.
Ibu Titi juga menyinggung hasil FGD akan menjadi bahan masukan penting bagi Badan Pengkajian MPR dalam merumuskan rekomendasi kebijakan di masa mendatang.











































