Masih Ada Kiai yang Tak Rela Indonesia Masuk Board of Peace

2 hours ago 20

Masih Ada Kiai yang Tak Rela Indonesia Masuk Board of Peace

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

KH Abdussalam Shohib. Foto: source for JPNN

jpnn.com - JOMBANG - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib mempertanyakan kemungkinan adanya keterkaitan antara agenda dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara RI-AS dengan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza, Palestina.

“Saya menduga adanya momentum yang beriringan antara ratifikasi ART dan pertemuan perdana Board of Peace. Ini wajar jika memunculkan pertanyaan: apakah ada relasi kepentingan di balik dua agenda besar tersebut?” ujar Gus Salam -panggilan Abdussalam Shohib.

Gus Salam pun mencermati meredanya kritik publik terhadap keanggotaan Indonesia dalam BoP untuk Gaza, setelah pemerintah mengundang sejumlah pimpinan ormas keagamaan, pesantren, dan mantan menteri luar negeri ke Istana Negara.

“Sikap yang sebelumnya kritis terhadap BoP mendadak berubah. Padahal sejak awal banyak pihak menilai skema itu lebih menguntungkan kepentingan Amerika dan Israel ketimbang rakyat Palestina,” katanya.

Gus Salam menilai klaim 20 poin program BoP yang disebut sebagai New Gaza Project perlu dikaji secara kritis. Proyek tersebut disebut akan mentransformasi Gaza menjadi pusat ekonomi modern dengan sistem pemerintahan yang terbebas dari Hamas.

Namun, menurutnya, skema itu justru berpotensi menghilangkan kedaulatan dan peradaban Palestina.

“Alih-alih memperjuangkan kemerdekaan Palestina, skema ini berisiko menjadi pola baru penindasan dan kolonialisme dengan kemasan perdamaian,” ujarnya.

"Jika fakta di lapangan menunjukkan pelanggaran terus terjadi, maka di mana letak perdamaian yang dijanjikan?” imbuhnya.

Dia menduga adanya momentum yang beriringan antara ratifikasi ART dan pertemuan perdana Board of Peace.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |