jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Situbondo selama berjam-jam kembali memicu bencana tanah longsor. Akses utama Dusun Krajan, Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, tertutup material longsoran berupa tanah dan batu pada Selasa (20/1) malam.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin sejak pukul 20.00 WIB.
"Jadi, kemarin (20/1) malam itu hujan deras disertai angin mengguyur di desa itu sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, dan tidak lama kemudian tebing di jalan desa longsor," ujar Puriyono, Rabu (21/1).
Material longsor berupa tanah dan batu menutup jalan desa sepanjang sekitar 200 meter dengan lebar sekitar tiga meter, sehingga akses utama warga Dusun Krajan terputus.
BPBD Situbondo langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur TNI dan Polri untuk melakukan kajian cepat dan menyiapkan langkah penanganan darurat.
Puriyono juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi longsor susulan masih ada.
"Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah perbukitan untuk terus waspada terhadap ancaman potensi terjadinya longsor susulan," katanya.
Tak hanya itu, pada hari yang sama BPBD juga mencatat ambrolnya bronjong penahan sungai di Dusun Rampak, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.







































