BKSDA Bali Lepasliarkan Trenggiling di Hutan Lindung Besi Kalung, Stop Perburuan

2 weeks ago 58

Kamis, 22 Januari 2026 – 10:57 WIB

BKSDA Bali Lepasliarkan Trenggiling di Hutan Lindung Besi Kalung, Stop Perburuan - JPNN.com Bali

petugas Resor KSDA Wilayah Tabanan, berkolaborasi dengan Yayasan Friends of Nature, People and Forest (FNPF) akhirnya melepasliarkan satu ekor Trenggiling (Manis javanica) ke habitat alaminya di Hutan Lindung Besi Kalung, Penebel, Tabanan. Foto: BKSDA Bali

bali.jpnn.com, TABANAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melalui petugas Resor KSDA Wilayah Tabanan, berkolaborasi dengan Yayasan Friends of Nature, People and Forest (FNPF) akhirnya melepasliarkan satu ekor Trenggiling (Manis javanica) ke habitat alaminya.

Pelepasliaran dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Besi Kalung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Kawasan hutan ini memiliki kondisi ekologis yang sesuai dengan habitat alami trenggiling, dengan lingkungan yang masih terjaga serta mampu mendukung kebutuhan hidup satwa tersebut di alam liar.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi,” ujar Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko dalam pernyataan resminya.

Trenggiling merupakan mamalia bersisik, insektivora (pemakan serangga) dan aktif pada malam hari (nocturnal).

Satwa ini memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik, yaitu menggulungkan tubuhnya saat merasa terancam.

Keberadaan trenggiling memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, terutama dalam mengendalikan populasi serangga tanah.

Trenggiling saat ini menjadi salah satu satwa yang paling terancam akibat perburuan dan perdagangan ilegal.

BKSDA Bali akhirnya melepasliarkan trenggiling. Pelepasliaran dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Besi Kalung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |