8 Orang Tewas di Lokasi PETI Sarolangun Jambi, Begini Respons Walhi

2 weeks ago 66

8 Orang Tewas di Lokasi PETI Sarolangun Jambi, Begini Respons Walhi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Suasana lokasi peristiwa longsor tambang PETI di Kabupaten Sarolangun Jambi, Rabu (21/1/2026). ANTARA/HO-Walhi Jambi

jpnn.com - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menyoroti insiden pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi yang menewaskan delapan orang penambang.

Walhi menilai persoalan tata kelola sumber daya alam (SDA) menjadi salah satu penyebab pemicu tragedi itu.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi Oscar Anugrah menyebut ketika aktivitas pertambangan ilegal dibiarkan terus berlangsung, maka potensi korban jiwa hanyalah soal waktu.

"Tragedi ini menunjukkan kegagalan negara dalam mencegah praktik berbahaya yang telah lama diketahui publik," kata Oscar Anugrah di Jambi, Rabu (21/1/2026).

Menurut Oscar, korban jiwa akibat Peti tidak dapat dilepaskan dari persoalan tata kelola sumber daya alam yang lemah dan penegakan hukum yang tidak konsisten.

WALHI menilai selama ini penanganan pertambangan ilegal cenderung bersifat sporadis dan tidak menyentuh akar persoalan.

Penertiban yang dilakukan dari waktu ke waktu, selama ini tidak diikuti dengan pengusutan aktor-aktor yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan tambang ilegal, termasuk pihak-pihak yang memperoleh keuntungan ekonomi dari aktivitas tersebut.

Untuk itu, peristiwa yang merenggut nyawa delapan penambang itu tidak boleh dipahami semata sebagai kecelakaan kerja.

Walhi menyoroti menyoroti insiden longsor di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Sarolangun Jambi yang menewaskan 8 penambang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |