jpnn.com, JAKARTA - Gitaris Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci menjadi perhatian luas, termasuk dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPR.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui siaran langsung di media sosial, Zendhy mengakui peristiwa yang terjadi pada September tahun lalu bermula dari situasi yang tidak nyaman di sebuah restoran, di mana dirinya dan keluarga datang sebagai konsumen dan menunggu pesanan cukup lama.
“Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” kata Zendhy dalam keterangannya pada Selasa (10/3/2026).
Dia menjelaskan peristiwa yang pada awalnya merupakan persoalan antara konsumen dan restoran kemudian berkembang jauh lebih besar setelah masuk ke ranah hukum dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Zendhy mengungkapkan bahwa dirinya sempat dilaporkan dengan tuduhan pencurian dengan pemberatan, sehingga harus menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian.
Dalam perjalanan perkara tersebut, ia juga menempuh langkah hukum sehingga persoalan yang awalnya terjadi di restoran berkembang menjadi perkara di kepolisian.
“Situasi ini tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa selama beberapa bulan terakhir dirinya dan keluarga mengalami tekanan besar di media sosial.










































