jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Danantara telah resmi masuk sebagai investor di perusahaan teknologi raksasa GoTo Group.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan kesejahteraan para mitra ojek online (ojol).
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa proses investasi ini dilakukan secara bertahap sejak awal 2026.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan Danantara di GoTo bukan sekadar mengejar profitabilitas atau kepemilikan saham semata, melainkan untuk mengintervensi kebijakan yang berdampak langsung pada pengemudi.
Rosan menyatakan proses investasi dilakukan secara bertahap dan sudah mulai berjalan sejak awal 2026, dan fokus utama keterlibatan Danantara bukan sekadar kepemilikan saham, melainkan mendorong kebijakan yang berdampak langsung pada pengemudi.
"Danantara udah mulai masuk dan kami sudah bicara, buat kami ini yang penting adalah kesejahteraannya ojol, gimana meningkatkan kesejahteraan ojol, adanya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Rosan menambahkan Danantara juga telah mendorong pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra ojol agar nilainya dapat ditingkatkan.
Menurut dia, perubahan kebijakan di ekosistem perusahaan transportasi digital mulai terlihat sejak Januari 2026, seiring arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki model bisnis platform digital yang sebelumnya banyak mengandalkan strategi "burning cash" atau pembakaran dana besar untuk promosi dan pemasaran.










































