jpnn.com, JEMBRANA - Seekor paus sperma sepanjang 15 meter ditemukan terdampar dalam keadaan mati di Pantai Anyarsari, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (14/5) siang. Temuan ini sontak menarik perhatian warga sekitar yang memadati lokasi kejadian.
"Besok bangkai paus ini akan kami kubur setelah pemeriksaan menyeluruh dari dokter hewan untuk menganalisa penyebab kematiannya," kata Kapolsek Melaya Komisaris Polisi (Kompol) I Ketut Sukadana, Selasa malam.
Dia mengatakan ikan paus jenis sperma ini diketahui terdampar di Pantai Anyarsari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, sekitar pukul 14.00 WITA.
Informasi ikan paus terdampar yang pertama kali diketahui warga bernama I Putu Pulasari, yang kemudian informasinya cepat menyebar termasuk laporan ke pihak kepolisian.
"Paus ini berada sekitar 100 meter dari pantai. Warga yang menonton sempat melihatnya bergerak-gerak, yang diduga saat awal ditemukan masih hidup," katanya.
Namun, menurut dia, saat air surut paus itu sudah tidak bergerak lagi dan saat didekati diketahui sudah mati dengan posisi kepala menghadap ke laut.
Selain aparat dari Polsek Melaya, Polairud, dan TNI AL, ratusan warga berdatangan untuk menonton ikan paus yang dari identifikasi awal berjenis kelamin betina.
"Untuk penyebab kematiannya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan lagi oleh dokter hewan besok," kata I Ketut Sukadana.










































