jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan bahwa kualitas demokrasi Indonesia sangat bergantung pada kesehatan sistem partai politiknya.
Menurutnya, pembenahan parpol menjadi langkah krusial untuk memastikan nilai-nilai demokrasi berjalan dengan baik.
"Negara harus hadir memperkuat sistem kepartaian agar lebih sehat, transparan, dan akuntabel. Dengan partai politik yang kuat dan berintegritas, demokrasi Pancasila akan makin kukuh dan mampu menjawab tantangan zaman," kata Bamsoet sapaan akrabnya, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Selasa.
Ketua MPR RI ke-15 itu menyebut pembenahan partai politik secara menyeluruh merupakan kebutuhan mendesak. Sistem rekrutmen yang transparan dan berbasis kompetensi dinilai harus diperkuat agar melahirkan pemimpin yang berkualitas.
Selain itu, transparansi pendanaan partai juga menjadi isu penting. Berdasarkan data KPK, kata dia, banyaknya kasus korupsi yang melibatkan politisi atau kepala daerah berakar dari mahalnya biaya politik dan lemahnya sistem pendanaan partai.
"Setidaknya sejak tahun 2004-2026 lebih dari 200 kepala daerah dijerat KPK karena kasus korupsi," ucap legislator bidang hukum itu.
Di sisi lain, Bamsoet menilai pendidikan politik kepada masyarakat juga harus diperkuat agar para pemilih menjadi semakin rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh politik uang atau disinformasi.
Ia mengatakan penguatan demokrasi tidak bisa dilepaskan dari pembenahan partai politik selaku salah satu pilar utamanya. Tanpa partai politik yang sehat, demokrasi berisiko terjebak pada praktik transaksional dan kehilangan arah ideologisnya.










































