jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat tidak perlu panik dan gegabah membeli atau menimbun bahan bakar minyak, terkait naiknya harga minyak dunia naik akibat konflik di Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kami cukup,” ujar Bahlil dikutip Rabu (11/3).
Bahlil menjelaskan cadangan BBM nasional yang hanya 21 hari yang hanya ada pada kapasitas penyimpangan. Jadi, saat BBM di distribusikan ke luar, maka otomatis ada juga minyak yang masuk.
“Jadi, industri nasional jalan terus, dan impor BBM enggak ada masalah," kata Bahlil.
Bahlil melanjutkan terlepas adanya krisis di negara-negara Teluk, yang ditambah dengan pembatasan akses Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Iran, pasokan BBM Indonesia masih diyakini aman.
"Di Timur Tengah itu, kami cuma important crude, minyak mentahnya, sementara minyak jadinya kami impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri," ujarnya.
Bahlil juga memastikan harga BBM subsidi tidak naik sampai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, meskipun harga minyak mentah dunia melonjak.








.jpeg)

































