jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah.
Hasil kajian ini juga memperkuat kajian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menegaskan MBG sebagai pondasi baru pendidikan bermutu di Indonesia.
Sosiolog Musni Umar menyatakan, MBG tidak hanya membantu memastikan siswa mendapatkan asupan gizi cukup, tetapi juga berperan dalam membangun interaksi sosial serta meningkatkan semangat belajar di lingkungan sekolah.
Program ini memiliki manfaat luas, baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan sosial siswa. Ketersediaan makanan bergizi yang teratur dapat membantu siswa mengikuti proses belajar dengan lebih fokus dan nyaman.
"MBG di sekolah bisa menciptakan kesetaraan, kebersamaan, dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan nyaman karena tidak dalam lapar,” terang Musni dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Ia mengakui, pandangan tersebut tak lepas dari pengalaman pribadinya saat masih kecil di Kendari, Sulawesi Tenggara. Saat itu ia terbiasa berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga kondisi tubuhnya cenderung kurus dan sering sakit.
Kondisi ini berubah saat ini menjadi mahasiswa dan tinggal di asrama dengan jadwal makan bersama yang teratur.
“Secara sosiologis, di masa depan akan tumbuh tunas-tunas bangsa yang sehat, cerdas dan memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama karena kedekatan satu sama lain sewaktu makan bersama,” jelas Musni.










































