jpnn.com, KARAWANG - Langit malam di pesisir Cilamaya tak selalu ramah bagi nelayan kecil.
Di tengah gelapnya laut, seberkas cahaya sering kali menjadi penentu.
Apakah jaring bisa ditebar dengan aman? Apakah perahu dapat bernavigasi tanpa risiko, dan apakah hasil tangkapan cukup untuk dibawa pulang ke keluarga?

Bagi para nelayan pinggir, kegelapan menjadi tantangan harian yang melekat pada profesi mereka. Kini, cerita itu perlahan berubah.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menghadirkan penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk membantu aktivitas melaut di malam hari.
Bantuan tersebut berupa paket penerangan PLTS portabel yang dipasang di kapal nelayan.
Sistem ini terdiri dari panel surya yang ditempatkan di bagian atas perahu untuk menangkap sinar matahari saat siang hari, baterai penyimpanan energi, serta lampu penerangan yang dapat digunakan sepanjang malam.











































