jpnn.com - JAKARTA - Guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Sekolah Garuda diprioritaskan pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026.
Menurut Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani, sejatinya kebutuhan guru aparatur sipil negara (ASN) di Sekolah Garuda ialah PNS.
Namun, karena seleksi CPNS 2026 baru digelar pada pertengahan tahun dan bersifat nasional sedangkan kebutuhan guru aparatur sipil negara (ASN) mendesak, maka Kemdiktisaintek membuka rekrutmen guru PPPK secara institusi.
Najib menjelaskan untuk pengadaan pertama dibuka 96 formasi yang akan ditempatkan pada empat Sekolah Garuda baru.
"Rekrutmen guru PPPK Sekolah Garuda sementara berjalan. Insyaallah mereka akan mendapatkan SK PPPK pada 1 Mei 2026," kata Dirjen Najib dalam Ngopi Bareng Fortadik, Rabu (18/2).
Dia menjelaskan bahwa rekrutmen guru PPPK Sekolah Garuda ini berada di bawah Kemdiktisaintek. Ketika seleksi CPNS 2026 dibuka nanti, para guru PPPK Sekolah Garuda ini akan diprioritaskan. Alih status PPPK ke PNS ini tentunya akan melalui seleksi sebagaimana aturan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN atau UU ASN.
"Itu sebabnya para guru yang kami rekrut batas usianya maksimal 32 tahun per 1 Mei 2026 agar saat seleksi CPNS nanti mereka masih bisa diikutsertakan dengan diberikan afirmasi," terangnya.
Rekrutmen guru PPPK Sekolah Garuda saat ini sudah masuk tahap seleksi administrasi yang berlangsung sejak 2-21 Februari 2026. Pendaftarannya sudah sejak 2-16 Februari 2026.











































