jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut perlu ada strategi yang jelas tentang pengamanan objek vital setelah tragedi penembakan pesawat milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2).
Hal demikian dikatakan Dave soal kemungkinan penambahan anggota TNI di bandara daerah rawan setelah kejadian penembakan milik PT Smart Air Aviation.
"Harus ada strategi yang jelas, karena, kan, strategi pengamanan bukan hanya orang saja," kata dia, Rabu.
Legislator fraksi Golkar itu mengatakan penambahan personel memang penting, tetapi strategi harus jelas dan disesuaikan kondisi setempat
"Ada SOP-nya itu yang mesti ditingkatkan dan di-adjust dengan kondisi setempat," ungkap Dave.
Dia mengatakan Indonesia bisa mencontoh negara seperti Afghanistan dan Irak yang dilanda konflik dalam pengamanan bandara.
"Apakah perlu dibangun apa namanya pagar beton sekelilingnya, itu satu contoh begitu, ya. Nah, hal-hal ini harus disesuaikan dengan kondisi alam dan geografisnya," kata Dave.
Insiden penembakan pesawat milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway Batu, Rabu kemarin, mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia.










































