jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meluncurkan East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem dan budaya inovasi di sektor pendidikan.
Tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan EJIES yang diharapkan mampu menjadi stimulus lahirnya inovasi berkelanjutan di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyatakan inovasi yang dihimpun melalui EJIES tidak terbatas pada pengembangan aplikasi digital, tetapi juga mencakup kebijakan serta keputusan strategis di bidang pendidikan.
“Hingga saat ini sudah tercatat lebih dari 19.720 inovasi dari berbagai unsur pendidikan, mulai guru, tenaga kependidikan, siswa, kepala sekolah, hingga internal Dinas Pendidikan,” ujar Aries, Jumat (13/2).
Menurutnya, EJIES menjadi wadah untuk menampung, mengidentifikasi, dan mengembangkan inovasi agar dapat berkelanjutan. Ke depan, inovasi yang terhimpun akan mendapatkan asistensi untuk menentukan potensi pengembangan, baik untuk ditingkatkan ke level nasional maupun dikembangkan di tingkat lokal.
Aries juga mendorong setiap satuan pendidikan tidak hanya menghasilkan satu inovasi. Dia menilai potensi inovasi di sekolah sangat besar mengingat jumlah guru dan tenaga kependidikan yang banyak.
“Minimal satu sekolah bisa menghasilkan lebih dari satu inovasi. Masalah yang dihadapi murid, guru, maupun tenaga kependidikan bisa diangkat menjadi inovasi melalui solusi yang dihasilkan,” jelasnya.
Dia menambahkan inovasi tidak selalu berbentuk teknologi atau aplikasi. Kebijakan dan langkah strategis yang mampu menyelesaikan persoalan pendidikan juga dapat dikategorikan sebagai inovasi.







































