jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Mahardika Harilinawan terpilih sebagai salah satu mahasiswa dengan karya penelitian menarik bertajuk Pengaruh Korupsi dan Utang Luar Negeri terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2003–2022.
Penelitian tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap persoalan kemiskinan yang hingga kini masih menjadi tantangan utama pembangunan ekonomi di Indonesia.
Melalui skripsinya, Mahardika mencoba melihat lebih jauh bagaimana praktik korupsi dan pengelolaan utang luar negeri dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat.
“Selama ini kemiskinan sering hanya dilihat dari angka, padahal di banyak daerah masyarakat masih kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. Dari situ saya tertarik untuk menganalisis lebih dalam,” ujar Mahardika.
Dalam penelitiannya, Mahardika menggunakan data kemiskinan dan utang luar negeri yang bersumber dari World Bank melalui publikasi World Development Indicators, serta data tingkat korupsi dari Corruption Perception Index (CPI) yang dikeluarkan oleh Transparency International.
Data tersebut dianalisis untuk melihat hubungan antara ketiga variabel dalam rentang waktu 2003 hingga 2022.
Mahardika menyoroti bahwa praktik korupsi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas pemanfaatan anggaran negara. Menurutnya, tingginya kasus korupsi menunjukkan masih lemahnya pengawasan dalam pengelolaan keuangan publik.
“Kalau korupsi masih terjadi, maka dana pembangunan tidak sepenuhnya berdampak bagi masyarakat. Akhirnya, tujuan untuk menurunkan kemiskinan juga tidak tercapai secara optimal,” jelasnya.







































