bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster minta pemerintah daerah hingga perhotelan dan restoran mengutamakan penggunaan produk lokal asal Bali untuk menggerakkan ekonomi sekaligus menekan potensi inflasi daerah.
Menurut Koster, 60 persen geliat ekonomi Bali didongkrak oleh sektor pariwisata sehingga penggunaan produk lokal di sektor itu memiliki arti penting.
“Kami harus terus dorong agar hotel dan kami semua ini lebih militan menggunakan produk lokal Bali,” kata Gubernur saat rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Bali di Denpasar, Selasa (20/2).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, realisasi inflasi sepanjang 2025 mencapai 2,91 persen.
Ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,82 persen, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir yakni sebelum pandemi Covid-19 mencapai 5,60 persen.
Capaian itu menempatkan Bali berada di posisi kelima nasional yang ekonominya bersumber dari pariwisata dan empat provinsi di atas Bali merupakan daerah penghasil tambang.
Implementasi penggunaan produk lokal saat ini sudah mulai bergerak dari hulu ke hilir setelah Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 terbit.
Peraturan Gubernur Bali tersebut mengatur pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.







































