jpnn.com, CISARUA - Proses identifikasi korban longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus berlangsung, meski masa tanggap darurat sudah berakhir.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat saat ini masih memeriksa 15 kantong jenazah (bodypack) di RS Sartika Asih, Kota Bandung.
Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Pol drg Iwansyah mengatakan, pemeriksaan tidak bisa dipastikan selesai dalam waktu cepat karena seluruhnya bergantung pada hasil pembanding DNA dari keluarga korban.
“Kalau dari laboratorium DNA Polri sudah ada pembandingnya, kami langsung bandingkan kecocokan antara pelapor dengan korban," kata Iwansyah ditemui di RS Sartika Asih, Selasa (10/2).
Seluruh korban yang belum diketahui identitasnya dikumpulkan di satu lokasi pemeriksaan. Jenazah disimpan dalam kontainer pendingin agar kondisi tetap terjaga selama proses forensik.
Menurutnya, setiap keluarga korban yang melapor sejak awal sudah diminta sampel DNA sebagai pembanding.
“Seluruh jenazah yang belum teridentifikasi dibawa ke RS Sartika Asih dan ditempatkan di lemari pendingin berbentuk kontainer,” tuturnya.
Bila ada tambahan temuan korban dari lapangan, proses identifikasi akan langsung dilakukan tanpa menunggu operasi SAR.










































