jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyusun strategi penguatan fiskal guna memastikan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 berjalan optimal.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ekonomi dan tantangan pendapatan daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan realisasi belanja daerah Provinsi Jawa Tengah pada 2025 merupakan yang terbaik di Pulau Jawa.
Berdasarkan data hingga 31 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp 23,76 triliun, sementara realisasi belanja mencapai Rp 23,87 triliun.
Meski terdapat selisih belanja sebesar Rp 109,24 miliar, namun berkat realisasi pembiayaan neto sebesar Rp 576,95 miliar, posisi rekening kas daerah masih terjaga positif dengan sisa anggaran sebesar Rp 467,70 miliar.
Dengan kondisi fiskal 2025 tersebut, Gubernur menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperketat efisiensi dengan menyusun program-program yang menjadi skala prioritas pada 2026.
“Hal ini agar efisiensi belanja dan pengelolaan dana transfer daerah tetap terjaga,” ujar Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Kegiatan (POK) APBD TA 2025 dan Percepatan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang pada Selasa, 10 Februari 2026.
Luthfi menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang tepat sasaran untuk mencegah terjadinya defisit maupun pemborosan anggaran.










































