Pantat Kuda

5 hours ago 17

Oleh Dahlan Iskan

Pantat Kuda

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Toko itu pamer pantat kuda. Untuk apa?

"Untuk pengingat bagi para penjilat," ujar seorang pimpinan partai yang menemani saya di Huai An, pedalaman provinsi Jiangshu, Tiongkok.

Pantat Kuda

Ia tidak menyangka saya tertarik pada pantat kuda itu. Yakni ketika saya berjalan dari rumah kelahiran Zhou En Lai ke plasa khusus untuk mengenang para penulis buku terkemuka dari kota kecil itu.

Saat jalan itu tiba-tiba saja tertatap oleh saya pantat kuda itu. Semok. Warna merah. Awalnya saya pikir patung kuda biasa. Ini kan tahun kuda. Hanya saja yang yang terlihat hanya bagian belakangnya.

Saya pun bergegas mendekat. Sekitar delapan orang yang mendampingi saya mengikuti langkah saya. Mereka heran mengapa saya perlu mampir toko. Lebih heran lagi ketika saya menuju pantat kuda itu.

Setelah semua mendekat pimpinan partai tingkat kota itu justru minta saya memegang pantat kuda.

"Untuk apa?" tanya saya.

Bagi raja yang tidak suka dijilat sebenarnya sudah mengingatkan lewat patung pantat kuda itu: awas! kalau Anda berlebihan menjilat, kuda itu akan menyelentak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |