jpnn.com, JAKARTA - Panglima TNI Agus Subiyanto menanggapi soal telegram dengan nomor TR/283/2026 tetanggal 1 Maret 2026 yang memerintahkan prajurit untuk siaga satu.
Menurut dia, siaga satu sebenarnya adalah istilah yang biasa di militer. Dia memerintahkan berbagai satuan, termasuk satuan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam untuk bersiaga.
“Ya, kami menguji kesiapsiagaan personel dan materil. Jadi, hal yang biasa,” ucap Agus di Istana Negara, pada Selasa (10/3).
Walau begitu, Agus enggan menegaskan bahwa posisi siaga satu tersebut adalah karena meningkatnya eskalasi konflik antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran.
“Itu hal biasa lah siaga I itu,” kata dia.
Terkait banyaknya kendaraan taktis dan pasukan TNI yang bersiaga di Monas, Agus menyebutkan hal itu adalah bagian dari menguji kesiapsiagaan personel.
“Itu kan uji kesiapsiagaan itu, kalau sudah, kita cek, kami kembalikan lagi ke kesatuan,” tuturnya.
Sebelumnya, Agus menuliskan tujuh poin Instruksi ke jajaran dalam telegram yang ditandatangani oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun.









































