jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh perusahaan di Indonesia agar tidak sekadar memberikan pekerjaan, tetapi juga aktif membuka ruang pengembangan diri bagi para pekerjanya. Ia menekankan bahwa membiarkan pekerja berada di posisi yang sama selama belasan hingga puluhan tahun tanpa peningkatan kemampuan adalah sebuah kerugian besar.
Menurut Yassierli, pengembangan kompetensi pekerja bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam pernyataannya, Menaker menjelaskan bahwa pekerja yang diberikan kesempatan untuk tumbuh akan memiliki keterikatan (engagement) dan rasa memiliki yang lebih kuat terhadap perusahaan.
“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” ujar Yassierli.
Ia juga menyoroti pentingnya membangkitkan kembali nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah dalam hubungan industrial.
Menurutnya, nilai-nilai ini adalah "DNA" Indonesia yang harus menjadi kekuatan sosial dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
Yassierli mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena pekerja yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun, tetapi tidak mengalami perkembangan keterampilan sama sekali.
Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan oleh pemberi kerja.







































