jatim.jpnn.com, SURABAYA - Lion Parcel memprediksi volume pengiriman logistik di Jawa Timur akan mengalami lonjakan signifikan menjelang Ramadan 2026. Kenaikan pengiriman diperkirakan berada di kisaran 30 hingga 40 persen, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, terutama di sektor fesyen dan kebutuhan industri.
Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwantomengatakan Surabaya menjadi salah satu hub utama distribusi barang dari sentra perdagangan nasional seperti Tanah Abang, Jakarta.
“Kalau dilihat dari Tanah Abang, barang fesyen yang masuk ke Jawa Timur itu sangat besar, khususnya Surabaya. Selain itu, komoditas dokumen dan yang paling menarik adalah spare part,” kata Kenny di Surabaya, Selasa (10/2).
Menurutnya, kontribusi pengiriman tidak hanya didominasi produk fesyen, tetapi juga spare part mesin, otomotif, alat berat, hingga perangkat elektronik seperti handphone. Komoditas tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan pengiriman Lion Parcel.
“Kami mencatat tahun lalu pertumbuhan tonase mencapai 30 sampai 40 persen. Tahun ini kami berharap tidak jauh berbeda, bahkan beberapa kota di Indonesia Timur diproyeksikan tumbuh lebih tinggi,” ujarnya.
Dari Surabaya, pengiriman paling dominan mengarah ke kota-kota seperti Makassar, Banjarmasin, dan Balikpapan, serta wilayah Indonesia Timur lainnya seperti Kupang dan Papua.
Seiring tren tersebut, Lion Parcel juga menggencarkan strategi digital untuk mendorong penggunaan aplikasi, khususnya dari segmen Gen Z. Salah satunya melalui program promo 13.13 yang berlangsung hingga 28 Februari 2026.
“Kami melihat pertumbuhan pengguna aplikasi tahun lalu itu double digit. Karena itu, promo kami fokuskan lewat aplikasi Lion Parcel,” jelasnya.







































