jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berharap opsi menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi menjadi pilihan akhir pemerintah dalam menjaga keseimbangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Hal demikian dikatakan Misbakhun menyikapi pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka opsi menaikkan harga BBM bersubsidi menyikapi lonjakan harga minyak dunia.
"Saya minta kalau bisa opsi itu paling akhir. Bukan terakhir, paling akhir. Paling akhir," kata Misbakhun menjawab awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).
Legislator fraksi Golkar itu mengatakan langkah menaikkan BBM bersubsidi biasanya menyebabkan inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
"Nanti harga pokok di dalam transportasi pasti akan naik. Pasti," kata Misbakhun.
Menurutnya, pemerintah pasti akan berusaha menjaga inflasi terkendali, agar harga kebutuhan pokok tak melonjak.
"Inilah yang ingin dijaga oleh pemerintah, kenapa harga BBM ini pada tingkat tertentu diberikan subsidi? Ya, supaya tidak memberikan tekanan terhadap inflasi dan memengaruhi daya beli masyarakat," kata Misbakhun.
Legislator Dapil II Jawa Timur (Jatim) itu menuturkan Indonesia bisa melakukan berbagai cara menghindari opsi menaikkan harga BBM menjaga APBN.










































