jpnn.com, JAKARTA - Momentum Hari Air Sedunia 2026 yang diperingati setiap 22 Maret bertepatan dengan periode Ramadan hingga Lebaran, ketika aktivitas konsumsi rumah tangga di Indonesia meningkat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sehingga periode ini kerap menjadi pendorong utama perputaran ekonomi.
Laporan Redseer Strategy Consultants memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan 2025 mencapai sekitar Rp1.188 triliun.
Ramadan menjadi salah satu periode dengan aktivitas belanja yang tinggi, termasuk untuk kebutuhan pokok rumah tangga.
Di tengah meningkatnya konsumsi tersebut, kebutuhan dasar seperti air minum turut menjadi bagian penting dari struktur belanja masyarakat.
Namun, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS menunjukkan lebih dari 90 persen rumah tangga telah memiliki akses terhadap air minum layak.
Meski demikian, proporsi rumah tangga yang memperoleh air minum aman sesuai standar kualitas kesehatan masih berada di kisaran 11–12 persen secara nasional.










































