jpnn.com, JAKARTA - Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) fokus mempercepat kompetensi tenaga kerja nasional.
Ini sebagai upaya mendukung program pemagangan nasional yang digulirkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
Ketua Umum GNIK, Yunus Triyonggo menjelaskan, pihaknya akan memberikan pelatihan 12 Essential Skills secara gratis.
Kompetensi yang diberikan, antara lain design thinking, creative thinking, problem solving, hingga cross-culture collaboration.
Dalam Program Pemagangan Nasional selama satu tahun untuk lulusan perguruan tinggi itu, GNIK juga berperan sebagai penggerak perusahaan-perusahaan anggota untuk membuka peluang magang.
Beberapa kontribusi perusahaan anggota GNIK dalam program pemerintah itu, antara lain, Matahari Group menerima 800 peserta magang; PT Asabri menerima puluhan peserta; Bridgestone Tire Indonesia juga menerima puluhan peserta.
Lewat pelatihan 12 Essential Skills dan mentorship berbasis design thinking, lanjut Yunus, GNIK ingin program magang tidak hanya selesai administratif, tetapi menghasilkan lulusan dengan kompetensi tinggi yang siap masuk dunia usaha dan industri.
Senada itu, Dewan Pengawas GNIK Herdy Harman menegaskan, keberhasilan Indonesia dalam menghadapi bonus demografi tidak mungkin dicapai tanpa kolaborasi besar-besaran.






































