jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyebut pemerintah masih perlu bekerja keras setelah melihat temuan terbaru Indikator terkait angka kepuasan Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebab, kata Andreas, angka ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 19,3 persen dengan perincian 17,1 persen kurang senang, sisanya 2,2 persen tidak suka sama sekali.
"Itu tentu, ya, saya kira warning juga buat pemerintah untuk lebih meningkatkan kinerja," kata dia kepada awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Terlebih lagi, kata legislator Komisi XIII DPR RI itu, beberapa kejadian seperti penanganan bencana ekologis menyita perhatian luas publik.
"Semua berusaha keras, artinya pemerintah dan juga masyarakat, juga dari PDIP juga kami semaksimal membantu karena ini soal kemanusiaan," ungkap Andreas.
Selain itu, dia menyoroti angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih tinggi dan berpotensi meningkatkan angka ketidakpuasan terhadap Prabowo sebagai Presiden RI.
"Daya beli masyarakat yang turun menjelang puasa dan Lebaran, harga kebutuhan pokok meningkat, tentu ini juga perlu dapat perhatian serius dari pemerintah," kata dia.
PDIP, ujar Andreas, akan terus mengawasi kerja pemerintah agar tetap maksimal untuk mengeksekusi program prorakyat.










































