jpnn.com, JAKARTA - Pengamat menyoroti risiko penggunaan galon air minum guna ulang yang telah melampaui batas usia pakai karena dinilai dapat membahayakan kesehatan konsumen.
Ahli Polimer Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid, menjelaskan bahwa galon berbahan polikarbonat memiliki batas penggunaan tertentu yang perlu diperhatikan secara ketat.
Menurutnya, galon sebaiknya hanya digunakan maksimal 40 kali pengisian ulang atau sekitar satu tahun, karena risiko migrasi zat kimia akan meningkat setelah melewati batas tersebut.
“Setelah melewati batas penggunaan, potensi perpindahan zat kimia dari kemasan ke air minum semakin besar dan dapat berdampak pada kesehatan,” ujarnya.
Zat kimia yang berisiko berpindah tersebut adalah Bisphenol A (BPA), yang berpotensi mengganggu sistem hormon manusia.
Paparan BPA dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan, diabetes tipe 2, obesitas, hingga kanker payudara, prostat, dan usus besar.
Temuan serupa juga muncul dalam investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) pada Oktober 2025 terhadap 60 toko kelontong di Jabodetabek.
Hasilnya, sebanyak 57 persen galon berusia lebih dari dua tahun, serta delapan dari sepuluh galon dalam kondisi buram dan kusam yang menandakan penurunan kualitas kemasan.










































