jpnn.com - Formasi guru PPPK SMA Unggul Garuda kurang peminat. Gaji dan tunjangan besar plus fasilitas rumah serta lainnya tidak mampu menarik para calon guru untuk melamar di empat SMA Unggul Garuda yang akan dioperasikan tahun ajaran 2026/2027.
Walaupun belum menyebutkan besaran gaji guru PPPK SMA Unggul Garuda, tetapi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan pendapannya lebih besar, karena ada tunjangan lainnya di luar gaji plus tunjangan profesi guru (TPG) maupun tunjangan melekat.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Ditjen Saintek Kemdiktisaintek Ardi Findyartini mengungkapkan, rekrutmen guru PPPK SMA Unggul Garuda saat ini sudah masuk tahap seleksi administrasi yang berlangsung sejak 2-21 Februari 2026. Pendaftarannya sudah sejak 2-16 Februari 2026.
"Pendaftaran guru PPPK SMA Unggul Garuda tidak diperpanjang lagi, meskipun jumlah pendaftarnya hanya 490 orang," kata Direktur Titin sapaan akrabnya dalam Ngopi Bareng Fortadik, Rabu (18/2/2026).
Memang, ujar Titin, jumlah pendaftarnya sedikit karena seharusnya dengan jumlah formasi 96 orang, semestinya pendaftarnya minimal 1.000 hingga 2.000 orang," ucapnya.
Namun, mengingat kebutuhan guru yang mendesak karena SMA Unggul Garuda baru akan dimulai pembelajarannya tahun ini, maka rekrutmen tahap awal tidak diperpanjang agar sesuai time line.
"Nantinya, Kemdiktisaintek akan merekrut guru ASN lagi dan yang diharapkan ialah CPNS," ucapnya.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menyatakan, guru PPPK SMA Unggul Garuda jadi prioritas pada Seleksi CPNS 2026. Mereka pun akan mendapatkan afirmasi dari pemerintah.










































