jpnn.com, JAKARTA - Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, drg. Tiffany Monica mengungkapkan besarnya beban pembiayaan penyakit ginjal di Indonesia.
Selama 12 tahun program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan, tercatat total pembiayaannya mencapai Rp1.277 triliun.
Pada 2025 saja, pembiayaan untuk gagal ginjal mencapai Rp 13 triliun, yang diakses oleh sekitar 640 ribu jiwa.
Meskipun secara nominal penyakit jantung memakan biaya lebih besar yakni Rp17 triliun untuk 3 juta jiwa, biaya per orang per hari untuk penyakit ginjal disebut jauh lebih tinggi.
“Ginjal banyak sekali pembiayaannya karena mungkin kita tahu ya terapinya banyak, berkelanjutan, HD bisa dua sampai tiga kali seminggu,” kata Tiffany di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Tiffany juga mengungkapkan adanya tren penderita gagal ginjal di usia muda produktif yang tercatat dalam data klaim BPJS Kesehatan.
Dia menjelaskan penderita pada usia produktif umumnya sudah berada di stadium tiga hingga lima.
“Peserta-peserta kita yang ada di usia belasan tahun, puluhan tahun ini di data klaim ini tercatat memiliki penyakit gagal ginjal. Mungkin ini tantangan yang besar ya buat kita bagaimana menurunkannya,” tuturnya.










































