jpnn.com, SEMARANG - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendengarkan berbagai masukan dari KADIN Jawa Tengah dan pelaku industri terkait pengembangan industri hijau dalam audiensi bertajuk Central Java Green Industry Initiative di Semarang, Rabu (12/8).
Pimpinan MPR dari Fraksi PAN itu menegaskan transisi energi adalah keseluruhan dari upaya menyelamatkan lingkungan, strategi pertumbuhan ekonomi sekaligus industrialisasi.
Menurut Eddy, pengembangan energi terbarukan harus memberikan manfaat nyata bagi industri nasional dan tenaga kerja Indonesia.
“Transisi energi jangan hanya membuat kita menjadi pasar teknologi hijau dari luar negeri. Kita harus memastikan industri dalam negeri ikut tumbuh, tenaga kerja Indonesia mendapatkan pekerjaan berkualitas, dan nilai tambahnya tinggal di Indonesia,” ujar Eddy dalam keterangannya, Kamis (13/8).
Eddy mengatakan Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk menjadi lokomotif industri hijau.
Selain memiliki momentum investasi yang terus meningkat, Jawa Tengah memiliki potensi EBT lebih dari 200 GW serta kawasan industri dan konektivitas yang semakin berkembang.
Momentum investasi Jawa Tengah juga terus menguat.
Realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar Rp 110 triliun dengan 105.078 proyek dan menyerap 418.138 tenaga kerja.








































