Viral Tantangan Baca Al-Quran Berhadiah Miras, Ketum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini Mengecam Keras

2 hours ago 16

Viral Tantangan Baca Al-Quran Berhadiah Miras, Ketum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini Mengecam Keras

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) sekaligus Anggota DPR Jazuli Juwaini. Foto: Source for JPNN.

jpnn.com - JAKARTA - Pengurus Besar Mathla’ul Anwar mengecam keras tindakan yang menjadikan hafalan Surah Ad-Dhuha sebagai gimmick promosi minuman keras dalam kegiatan di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Dalam peristiwa yang videonya beredar luas terlihat seorang pengunjung ditantang menghafalkan Surah Ad-Dhuha dan kemudian memperoleh hadiah berupa minuman keras. Peristiwa tersebut memicu kecaman publik dan saat ini dilaporkan telah mendapat perhatian aparat kepolisian.

Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat tidak beradab, melecehkan kesucian Al-Qur’an, serta tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Kami mengecam keras tindakan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai alat permainan dan gimmick pemasaran. Al-Qur’an adalah Kalamullah, bukan bahan candaan, bukan alat promosi, dan bukan komoditas untuk mengejar keuntungan. Lebih tidak patut lagi ketika ayat suci dikaitkan dengan hadiah berupa minuman keras yang jelas-jelas haram dalam Islam,” kata Jazuli dalam keterangannya, Selasa (11/8).

PB Mathla’ul Anwar menyatakan bahwa persoalan ini bukan sekadar gimmick promosi yang tidak sensitif, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap kitab suci dan norma kehidupan beragama di Indonesia.

Jazuli mengingatkan jangan berlindung di balik alasan promosi, hiburan, atau kreativitas. Sebab, dia menegaskan, ada batas moral, etika, dan hukum yang tidak boleh diterobos.

“Ayat-ayat Allah tidak boleh dipermainkan untuk menjual produk apa pun, apalagi minuman keras yang jelas keharamannya menurut Islam,” ujar Jazuli.

PB Mathla’ul Anwar meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa ini, termasuk memeriksa pihak yang merancang, memerintahkan, menyelenggarakan, dan menjalankan gimmick tersebut.

PB Mathla’ul Anwar mengecam keras tindakan yang menjadikan hafalan Al-Qu’ran berhadiah miras. Aparat harus bertindak tegas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |