jpnn.com, JAKARTA - Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, resmi mencabut kebijakan larangan suporter tandang (away) untuk musim depan setelah mendapatkan restu langsung dari FIFA.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri pembatasan ketat yang telah berjalan selama hampir empat tahun di tanah air pasca-Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.
Kebijakan larangan ini sudah berjalan sekitar empat tahun di kompetisi sepak bola tanah air, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
"Bisa dibilang beberapa persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim. Dengan dasar itu, kita coba propose ke FIFA. Dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan," kata Ferry kepada awak media di Kantor I.League, Jakarta, Selasa.
FIFA telah merestui kehadiran suporter tim tamu di sepak bola Indonesia dengan catatan yang tak boleh dilanggar agar kebijakan ini terus berlanjut.
"Jadi klub-klub itu kita udah share apa-apa aja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga," tambah dia.
Meski demikian, penerapannya pada musim ini tidak otomatis diberlakukan pada semua laga. Ferry pun menggarisbawahi, tim-tim dengan rivalitas tinggi, termasuk contohnya Persebaya Surabaya versus Arema FC hingga Persija Jakarta melawan Persib Bandung masih dipastikan tanpa kehadiran suporter tandang.
"Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian," tegas dia.








































