jpnn.com, JAKARTA - Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah pada penutupan perdagangan Selasa sore, (11/8) dipengaruhi hubungan AS dengan Iran yang memupus harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 106 poin atau 0,60 persen.
Mata uang garuda menjadi Rp 17.861 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.755 per USD.
“Amerika Serikat dan Iran sama-sama menuntut kompensasi atas serangan militer baru-baru ini,” ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Kedua negara tersebut dinyatakan melontarkan klaim yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz.
Washington menyatakan bahwa jalur perairan tersebut tetap terbuka, sementara Teheran mengklaim telah menutup jalur itu menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone).
Di samping itu, serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco turut menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Kelompok Houthi mengancam akan membuka front baru dalam konflik yang melibatkan Iran dengan cara menyerang kapal serta infrastruktur minyak di Laut Merah.








































