PSIM Kena Denda Beruntun, Arema FC dan Persiku Merogoh Kocek Lebih Dalam

3 hours ago 19

Kamis, 07 Mei 2026 – 21:20 WIB

PSIM Kena Denda Beruntun, Arema FC dan Persiku Merogoh Kocek Lebih Dalam - JPNN.com Jogja

Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Komite Disiplin (Komdis) PSSI secara resmi merilis rentetan sanksi tegas bagi klub-klub yang berlaga di BRI Super League 2025/2026 dan Pegadaian Championship 2025/2026. Berdasarkan hasil sidang tanggal 14 dan 27 April 2026, sejumlah klub dijatuhi denda berat akibat masalah kedisiplinan pemain hingga pelanggaran serius oleh suporter.

PSIM Yogyakarta menjadi salah satu tim yang disorot karena masalah kedisiplinan di lapangan.

Tim kebanggaan warga Yogyakarta itu harus membayar total denda sebesar Rp 120.000.000. Sanksi ini akumulasi dari dua pertandingan berbeda, yakni saat melawan PSM Makassar pada 10 April dan Persija Jakarta pada 22 April.

Dalam kedua laga tersebut, sebanyak enam pemain PSIM mendapatkan kartu kuning, yang masing-masing pelanggarannya dijatuhi denda Rp 60.000.000.

Persiku Kudus Catat Denda Tertinggi
Pelanggaran paling mahal dalam rilis kali ini jatuh kepada Persiku Kudus. Klub asal Jawa Tengah itu dijatuhi denda sebesar Rp 125.000.000 akibat ulah suporter yang menyalakan flare dan kembang api dalam jumlah banyak di seluruh area tribun Stadion seusai laga melawan PSIS Semarang pada 11 April lalu.

Masalah suporter tamu yang nekat hadir di stadion lawan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Arema FC tercatat mendapatkan hukuman berlapis. Selain denda Rp 25.000.000 karena kehadiran suporter di laga tandang melawan Persita dan Persib, Singo Edan juga didenda Rp 60.000.000 atas penyalaan flare yang dilempar ke lapangan, serta Rp 30.000.000 karena yel-yel ujaran kebencian di markas Persib Bandung.

Klub lain seperti Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan Persik Kediri juga kompak dijatuhi denda Rp 25.000.000 karena kehadiran suporter mereka di laga tandang.

PSIM Yogyakarta harus membayar denda dalam jumlah yang besar karena dua pertandingan dengan jumlah kartu kuning yang bayak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |