jpnn.com, YOGYAKARTA - Kredit Pintar bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar kegiatan Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi di Fakultas Ekonomi & Bisnis UPN Veteran Yogyakarta, pada Rabu, (6/5).
Revana Aryani, Head of Risk Kredit Pintar mengatakan partisipasi dalam program Pindar Mengajar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung peningkatan indeks literasi keuangan nasional.
“Kami percaya bahwa membangun fondasi bangsa dimulai dari generasi muda. Program ‘Pindar Mengajar’ adalah wujud komitmen kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak,” ungkap Revana.
Revana menuturkan saat ini banyak anak muda telah menggunakan layanan keuangan digital, namun belum seluruhnya memahami risiko serta cara penggunaan yang tepat.
"Untuk itu, kami ingin mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sejak dini, mengenali risiko dalam penggunaan layanan keuangan digital, serta mengambil keputusan finansial secara rasional dan bertanggung jawab,” ucap Revana.
Untuk cakupan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, total jumlah penyaluran pinjaman yang telah dikucurkan oleh Kredit Pintar selama 2026 yaitu tercatat sebesar Rp 55 miliar, dari total penyaluran di Pulau Jawa yang mencapai Rp 2,5 triliun.
Program Pindar Mengajar diharapkan mampu membangun generasi muda yang lebih siap secara finansial, memiliki kesadaran terhadap risiko, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak dan produktif.
“Melalui kolaborasi antara AFPI, Kredit Pintar sebagai anggota platform Pindar, OJK, dan institusi pendidikan, diharapkan tercipta ekosistem keuangan digital yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan di kalangan generasi muda Indonesia,” seru Puji Sukaryadi, Head of Brand & Communications Kredit Pintar.(chi/jpnn)











































