Legislator PDIP Debat di Amsterdam: Maaf Raja Belanda Baru Langkah Bayi, Bukan Akhir

3 hours ago 13

 Maaf Raja Belanda Baru Langkah Bayi, Bukan Akhir

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sebuah debat sejarah yang hangat berlangsung di De Balie, Amsterdam, membahas 80 tahun revolusi Indonesia dengan tajuk "Tachtig Jaar na de Revolusi: Een Gedeeld Verhaal" pada Rabu (6/5) waktu setempat. Foto: Source for jpnn

jpnn.com, AMSTERDAM - Sebuah debat sejarah yang hangat berlangsung di De Balie, Amsterdam, membahas 80 tahun revolusi Indonesia dengan tajuk "Tachtig Jaar na de Revolusi: Een Gedeeld Verhaal" pada Rabu (6/5) waktu setempat. Sejarawan sekaligus anggota DPR RI Bonnie Triyana dan peneliti Anne-Lot Hoek beradu pandangan mengenai dekolonisasi, kolaborasi, hingga trauma perang.

"Pemerintahan Jepang mendorong orang Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia. Saya rasa itu juga sebahagian dari decolonialisasi, karena bahasa Indonesia tidak pernah diajarkan di sekolah. Ada bahasa Melayu, bukan bahasa Indonesia," ujar Bonnie.

Bonnie juga mengkritik tuduhan kolaborator fasis terhadap pemimpin nasionalis yang bekerja sama dengan Jepang. "Jika Anda baca Sutan Sahrir, dia bilang, sebenarnya pemerintahan kolonial Belanda juga fasis. Pada Januari 1927, pemerintahan kolonial Belanda menciptakan kamp konsentrasi di Digul," tegasnya. Anne mengakui kesulitan dalam menemukan sumber perlawanan dari masa kolonial.

"Mereka tidak melihat kekosongan, mereka tidak melihat penolakan. Bahkan seseorang menulis di tahun 1980-an, masih di memoirnya, idea penolakan Indonesia adalah ide yang mengarut," kata Anne.

Menjawab pertanyaan tentang permintaan maaf raja Belanda, Bonnie berkata, "Saya merasakan apology adalah langkah penting. Sebagai orang Indonesia, saya akan mengatakan lumayan atau langkah bayi." Anne menambahkan bahwa kelompok Maluku yang bertempur di sisi Belanda juga layak mendapat maaf. "Mereka telah dikhianati dua kali," kata Anne.

Di akhir debat, Bonnie menekankan, "Saya pikir kita harus mempromosikan aktivitas seperti ini. Pertukaran. Itu cara terbaik untuk memperkuat hubungan dan juga memahami masa lalu antara Indonesia dan Belanda." (tan/jpnn)


Debat sejarah RI-Belanda di Amsterdam memanas. Bonnie sebut maaf raja baru langkah permulaan, bukan akhir.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |