Menebus Rindu Ibu dan Anak, Malam Paling Mengharukan di Lapas Perempuan Bandung

3 hours ago 19

Kamis, 07 Mei 2026 – 21:05 WIB

Menebus Rindu Ibu dan Anak, Malam Paling Mengharukan di Lapas Perempuan Bandung - JPNN.com Jabar

Warga binaan pemasyarakat menggendong anaknya saat mengikuti kegiatan mini games di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung. Foto: doc. Lapas Perempuan Bandung

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Tak pernah terlintas sedikit pun di benak Dewiyanti bahwa suatu malam ia bisa kembali tidur sambil memeluk anak-anaknya. Setelah hampir dua tahun hidup di balik tembok penjara, kerinduan itu akhirnya pecah di sebuah tenda kecil di dalam Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung.

Melalui program Obat Rindu Ibu dan Anak (Barudak), perempuan 44 tahun itu akhirnya mendapat kesempatan yang selama ini hanya hadir dalam doa-doanya, mendengar suara anaknya sebelum tidur, membelai rambut mereka, dan kembali dipanggil “mamah”.

Dewi ditangkap bersama suaminya dalam kasus narkoba pada 2024 lalu. Sejak saat itu, hidupnya seolah berhenti. Hari-harinya dipenuhi penyesalan karena tak bisa lagi menjalankan peran sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Malam itu, ketika sang putra kecil yang kini berusia empat tahun memeluknya erat, Dewi tak kuasa menahan air mata.

“Pas pertama ketemu, anak saya bilang, ‘Mamah, aku rindu… cepat pulang ya’,” ucap Dewi dengan suara bergetar saat ditemui JPNN di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Kamis (7/5/2026).

Kalimat sederhana dari mulut sang anak menghantam batinnya lebih keras daripada jeruji besi yang selama ini mengurung tubuhnya.

Tak hanya Dewi, ada sekitar lima napi lainnya yang juga mengikuti program Barudak itu. Warga binaan bersama anaknya tinggal dalam satu malam di sebuah tenda di dalam aula lapas.

Bukan di balik jeruji besi, anak-anak itu bisa merasakan momen hangat dengan ibunya di dalam tenda yang dikemas seperti mini camping.

Program Barudak di Lapas Perempuan Bandung mempertemukan napi dengan anak-anaknya. Semalam bersama jadi obat rindu dan penyemangat hidup.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |