jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman antara Polri dan Komdigi dalam memperkuat penanganan kejahatan digital di Indonesia.
Menurut Aminullah, langkah kolaboratif tersebut merupakan bentuk keseriusan negara dalam merespons maraknya kejahatan di ruang digital yang kian meresahkan masyarakat, khususnya penipuan online dan judi online.
“Ini adalah langkah strategis yang sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya kejahatan digital seperti penipuan dan judi online yang telah merugikan masyarakat luas,” ujar Aminullah, Rabu (15/4).
Dia menilai sinergi antara aparat penegak hukum dan otoritas digital menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem penanganan kejahatan siber yang lebih efektif, cepat, dan terintegrasi.
Aminullah menegaskan kejahatan digital saat ini telah berkembang makin kompleks, baik dari sisi modus maupun jaringan pelaku, sehingga tidak bisa lagi ditangani secara parsial oleh masing-masing lembaga.
“Kolaborasi ini harus menjadi fondasi dalam membangun sistem penegakan hukum digital yang kuat. Tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri, karena kejahatan siber bergerak sangat cepat dan terorganisasi,” tegasnya.
Selain itu, dia berharap kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, literasi digital menjadi aspek penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjebak dalam praktik penipuan maupun judi online yang semakin masif.





































