Petani Pandeglang Keluhkan Harga Pupuk dan Keberadaan KDMP

13 hours ago 18

Petani Pandeglang Keluhkan Harga Pupuk dan Keberadaan KDMP

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Petani Pandeglang mengeluhkan harga pupuk dan keberadaan KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih. Foto source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Harga pupuk bersubsidi yang melambung hampir dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET) membuat petani di Kampung Montor, Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang mengeluh.

Di tengah persoalan itu, Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP yang diharapkan memperkuat akses warga terhadap pupuk justru belum banyak dikenal masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam Sarasehan Petani bertema “Aspirasi Rakyat terhadap Program Strategis Pemerintah” yang digelar Komunitas Rakjat Bitjara. Ratusan petani menghadiri forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Acara yang semula berfokus pada Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) berkembang menjadi ruang penyampaian berbagai persoalan mendasar di tingkat kampung, mulai dari harga pupuk, kekeringan, jalan rusak, keterbatasan air bersih dan fasilitas MCK, hingga rendahnya tingkat literasi.

Persoalan pupuk menjadi sorotan paling tajam. Epen, salah seorang petani setempat, mengaku harus membeli pupuk bersubsidi dengan harga mencapai Rp 350.000 per kuintal.

“Harga pupuk mahal, sampai Rp 350 ribu per kuintal,” kata Epen.

Harga yang disampaikan petani tersebut jauh melampaui HET pupuk bersubsidi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, HET pupuk urea tercatat Rp180 ribu per kuintal, sedangkan NPK Rp184 ribu per kuintal.

Kondisi tersebut dinilai semakin membebani petani yang pada saat bersamaan juga menghadapi persoalan kekeringan. Sungai yang selama ini menjadi salah satu sumber air warga dilaporkan ikut mengering. 

Petani Pandeglang mengeluhkan harga pupuk dan keberadaan KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |