jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Seiko Epson Corporation (TSE: 6724, “Epson”) mengumumkan pencapaian penjualan kumulatif printer tangki tinta EcoTank yang resmi melampaui 100 juta unit di seluruh dunia. Menariknya, Indonesia mencatatkan sejarah khusus sebagai negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi Ink Tank Printer Epson ini sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2010.
Dari pasar Indonesia, inovasi EcoTank terus berekspansi hingga kini hadir di lebih dari 170 negara dan wilayah. Printer ini menjadi solusi pencetakan andalan bagi pengguna rumahan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga korporasi global.
Pencapaian 100 juta unit ini menandai pergeseran tren pencetakan global. EcoTank hadir mengusung konsep tangki tinta berkapasitas tinggi dengan sistem pengisian ulang botol yang praktis, menjawab kebutuhan konsumen akan pencetakan yang ekonomis, efisien, dan mudah digunakan.
Dibandingkan printer berbasis kartrid konvensional, EcoTank menawarkan beberapa keunggulan utama, yaitu:
- Biaya Operasional Lebih Rendah: Kapasitas cetak jauh lebih tinggi per pengisian tinta.
- Pengurangan Limbah Plastik: Penggunaan botol tinta isi ulang menekan ketergantungan pada kartrid sekali pakai.
- Efisiensi Energi: Teknologi cetak BeBebas Panas (Heat-Free) yang hemat konsumsi listrik.
Kini Epson mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar global untuk segmen printer tangki tinta dengan menguasai sekitar 45 persen pangsa pasar dari total pengiriman printer inkjet rumah tangga dan perkantoran di dunia. Epson juga memimpin pasar di kawasan Asia Tenggara.
Managing Director Epson Indonesia Ng Ngee Khiang mengungkapkan rasa bangga atas peran strategis Indonesia dalam peta inovasi Epson global.
“Indonesia memiliki posisi yang sangat istimewa dalam perjalanan EcoTank karena menjadi negara pertama tempat teknologi ini diperkenalkan. Pencapaian lebih dari 100 juta unit secara global menjadi bukti bahwa inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan,” ujar Ng Ngee Khiang.
Ia menambahkan bahwa pengembangan printer tangki tinta awalnya merupakan tantangan besar karena memuat konsep yang sangat berbeda dibanding sistem kartrid. Namun, antusiasme pasar Indonesia sejak awal menjadi katalis penting bagi keberhasilan EcoTank di tingkat internasional.





































