jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pihak Istana telah mengirimkan undangan kepada mantan Presiden dan Wakil Presiden.
Undangan itu untuk menghadiri upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/8).
Walau begitu, dia menuturkan bahwa belum semua mantan Presiden dan Wakil Presiden yang mengirimkan konfirmasi hadir.
“Belum semuanya lengkap konfirmasi, ada juga yang baru saja tadi kontak kami untuk diterima baru hari ini oleh pihak keluarga baik presiden terdahulu maupun wakil presiden yang terdahulu,” ucap Prasetyo.
Salah satu mantan presiden yang kemungkinan besar tidak hadir ke upacara 17 Agustus adalah Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena urusan kesehatan.
“Dapat kami informasikan salah satunya adalah Presiden SBY kebetulan sedang menjalani medical check up, sebenarnya, pemeriksaan rutin saja. Sehingga posisi kemungkinan besar beliau tidak dapat menghadiri upacara detik-detik peringatan proklamasi,” jelasnya.
Saat ditanyakan mengenai kehadiran Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 Joko Widodo, Prasetyo menuturkan akan kembali diinfokan.
“Sementara nanti kami update kalau sudah ada,” tutur Prasetyo. (dit/jpnn)








































