jpnn.com, JAKARTA - Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan terus berkembang. Vitamin dan mineral yang dahulu lebih identik dengan masa pemulihan setelah sakit, kini makin banyak digunakan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor pendorongnya. Tuntutan pekerjaan, mobilitas tinggi, kemacetan, kurangnya waktu beristirahat, hingga paparan polusi di perkotaan membuat masyarakat makin memperhatikan kesehatan fisik dan mental agar tetap optimal menjalani aktivitas.
"Seiring perubahan tersebut, kebutuhan terhadap vitamin dan mineral pun makin beragam," kata Director Brand Consumer Marketing Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk. Dedy Angkakusuman dalam keterangannya, Kamis (13/8).
Memasuki usia 70 tahun pada 2026, IPI melihat perubahan ini sebagai bagian dari evolusi cara masyarakat Indonesia menjaga kesehatan.
Merek vitamin dan mineral yang hadir sejak 1956 tersebut terus mengembangkan pilihan produk dosis satuan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen lintas generasi.
"Masyarakat tidak hanya mencari produk untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, tetapi juga nutrisi yang sesuai dengan usia, aktivitas, serta kebutuhan kesehatan yang lebih spesifik," ucapnya.
Dia mengatakan, perubahan gaya hidup turut memengaruhi cara masyarakat memandang konsumsi vitamin dan mineral.
“Selama 70 tahun, IPI terus mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Pengalaman tersebut membuat kami memahami bahwa cara masyarakat menjaga kesehatan terus berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Dedy.








































