jpnn.com - Chevrolet bersiap mengakhiri penjualan mobil baru di pasar China setelah hampir 21 tahun beroperasi.
General Motors (GM) mengonfirmasi bahwa merek asal Amerika Serikat itu akan menghentikan bisnis ritelnya di Negeri Tirai Bambu, tetapi tetap memproduksi kendaraan di sana.
Keputusan tersebut bukan berarti Chevrolet angkat kaki sepenuhnya dari China.
GM justru akan mengubah peran fasilitas produksinya bersama SAIC Motor dengan menjadikan China sebagai basis ekspor kendaraan ke pasar internasional.
Presiden GM China sekaligus Wakil Presiden Eksekutif GM Global, John Roth, mengatakan perusahaan melihat peluang lebih besar dengan membawa kendaraan yang diproduksi di China ke berbagai negara.
"Kami melihat peluang besar untuk melangkah melampaui Tiongkok dan menjangkau dunia," ujar Roth.
Produksi Chevrolet di China nantinya akan diarahkan untuk memenuhi pasar Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, hingga kawasan Asia-Pasifik.
GM menilai jajaran produk Chevrolet saat ini lebih cocok untuk kebutuhan pasar ekspor.








































