jpnn.com - Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), membuka peluang dan harapan untuk para santri untuk merengkuh cita-citanya.
Sebab, program itu bukan sekadar membiayai santri untuk kuliah, tetapi juga stimulan demi mengembangkan sumber daya manusia (SDM) santri melalui kuliah di perguruan tinggi.

Salah seorang santri asal Kudus, Aqila Keisha Haulina mengaku sangat bersyukur mendapatkan beasiswa tersebut, sehingga dia bisa kuliah di Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Aqila memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat. Dia menempuh pendidikan jenjang MTs di MTs Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 2 Muria, sebelum melanjutkan pendidikan Aliyah di Madrasah Aliyah (MA) Mu'allimat NU Kudus.
Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sempat dihadapkan pada tantangan besarnya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Adanya program beasiswa santri dari Pemprov Jateng membuka harapan bagi Aqila. Setelah dia mengikuti seleksi beasiswa tersebut mulai dari seleksi administrasi, membaca kitab, hafalan Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, dan wawasan pesantren, Aqila dinyatakan lulus.
Melalui beasiswa itu, dia bisa meringankan beban ekonomi orang tuanya dalam membiayai kuliah, sekaligus mampu membantu mewujudkan cita-citanya.








































